Lebih Tahu tentang Apa Itu Jasa Pandu Tunda Indonesia

Tentu, Anda sudah pernah mendengar istilah jasa pandu tunda yang berada di lingkup maritim. Jasa pandu ialah kegiatan pandu untuk membantu, dan memberikan saran serta informasi pada nakhoda terkait perairan setempat. Hal itu sangat penting, agar navigasi pelayaran bisa dilakukan dengan selamat, tertib, dan juga lancar. Terpenting ialah, keselataman lingkungan, juga keselamatan kapal tersebut.

Sedangkan jasa tunda ialah aktivitas untuk mendorong dan menarik kapal, baik menuju maupun keluar dermaga. Jadi, bisa disimpulkan bahwa jasa pandu dan jasa tunda ialah jasa yang dimiliki pelabuhan untuk memudahkan proses dan aktivitas di pelabuhan.

Untuk itu, diperlukan dua jenis kapal yakni kapal tunda dan kapal pandu. Kapal tunda adalah kapal yang digunakan untuk jasa tunda, sedangkan kapal pandu adalah kapal yang digunakan untuk jasa pandu.

Kapal tunda merupakan kapal yang ditujukan untuk memberikan pelayanan kepada kapal yang panjangnya lebih dari 70 meter. Kapal itulah yang akan melakukan gerakan di perairan wajib pandu, baik untuk kapal yang akan ke pelabuhan, maupun yang meninggalkan pelabuhan. Cara kerja kapal tunda ialah menggandeng, mendorong, menarik, dan sebagainya dengan mempertimbangkan keselamatan pelayaran.

Kapal tunda memiliki awak yang disesuaikan dengan besar kecilnya kapal tunda. Kapal jenis heen-scren memiliki daya 600 hingga 1000 HP, diawaki 13 orang. Mulai dari nahkoda, sampai juru masak. Serta ada juru mudi, kelasi, juru motor, masinis 1 dan 2, mualim 1 dan 2, serta kepala kamar mesin. Tentu saja, tidak sembarangan orang yang bisa duduk di posisi tersebut. Minimal ada ijazah keahlian sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Sedangkan kapal pandu merupakan kapal berukuran lebih kecil yang bertujuan sebagai saran transportasi laut untuk petugas pandu. Ada tiga jenis kapal motor pandu yakni motor pandu I (daya 300 – 350 HP), motor pandu II (150 – 200 HP), dan Motor pandu IS (600 – 800 HP). Sedangkan awak kapalnya tergantung dengan besar kecilnya kapal pandu tersebut.

Selain itu, juga ada kapal kepil alias mooring boat. Kapal satu ini digunakan untuk sarana bantu pemanduan, khususnya untuk penambatan kapal di pelabuhan, maupun untuk lepas kapal dalam gerakannya di perairan wajib bandu. Tipe kapal kepil terbagi menjadi dua yakni kapal dengan daya 120 – 150 HP dan kapal 200 – 350 HP. Kapal kepil ini memiliki SBK sebanyak 4 orang, yakni nahkoda, kelasi, kepala kamar mesin, dan juru minyak. Minimal, para awak kapal ini mengantongi sertifikat atau ijazah yang sesuai dengan posisi mereka.

Jasa pandu tunda Indonesia sangat penting bahkan memegang peranan strategis untuk menjaga stabilitas di pelabuhan. Terutama, untuk menjaga keselamatan kapal, awak, dan juga lingkungan perairan sekitar pelabuhan. Itu sebabnya perusahaan jasa pelabuhan Indonesia menerapkan jasa pandu tunda ini.

Previous Post
Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published.